LOGINSetelah patah hati yang menghancurkan, Lia tak pernah ingin membuka hatinya lagi. Namun kehadiran Arka, pria asing yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya, perlahan mencairkan dinding yang ia bangun. Tapi benarkah Arka hanya sekadar pria asing? Atau ia menyimpan rahasia yang bisa melukai Lia sekali lagi?
View MoreMalam di Taman Fajar Bara turun tanpa perubahan yang jelas.Tidak ada langit yang mendadak gelap.Tidak ada matahari yang benar-benar tenggelam.Tidak ada batas tegas antara sore, malam, dan pagi.Cahaya lembut Omni-Nuranipura tetap tinggal,seperti napas panjang yang tidak pernah putus.Dan malam itu,untuk pertama kalinya,seluruh semesta terasa… lelah.Namun bukan lelah yang menyakitkan.Bukan lelah karena terlalu banyak berjalan.Melainkan lelah yang datang setelah seseorang akhirnya berhenti melawan dirinya sendiri.Lelah yang lembut.Lelah yang aman.Lelah yang akhirnya diizinkan untuk beristirahat.Musisi masih berada di bawah pohon paragraf.Gitarnya terbaring di sampingnya.Namun malam itu,ia tidak merasa perlu memainkan apa pun.Ia hanya bersandar pada batang pohon,mendengarkan suara sungai nada yang mengalir jauh di kejauhan.Dan untuk pertama kalinya,diam terasa sama hangatnya dengan musik.Ia memejamkan mata perlahan.Tidak untuk tidur.Hanya untuk merasakan malam.Di
Pagi berikutnya datang tanpa perbedaan.Tidak ada perubahan besar di langit Omni-Nuranipura.Tidak ada suara baru.Tidak ada cahaya aneh yang muncul dari balik aurora.Dan justru karena semuanya tetap tenang, sesuatu yang lebih halus mulai terasa tumbuh di antara seluruh kehidupan yang ada di sana.Bukan perubahan bentuk.Bukan perubahan nasib.Namun perubahan cara segala sesuatu hadir.Seolah semesta itu akhirnya berhenti berusaha menjadi apa pun.Dan dari situ, kehidupan mulai menunjukkan dirinya yang paling jujur.Kabut tipis masih turun di Taman Fajar Bara.Rumput-rumput kecil basah oleh embun.Udara pagi terasa dingin, namun bukan dingin yang menusuk.Ia terasa seperti tangan lembut yang diletakkan perlahan di atas kepala seseorang yang terlalu lama lelah.Musisi kembali berjalan melewati jalur kecil dekat sungai nada.Namun hari ini ia tidak membawa gitar.Tangannya kosong.Langkahnya pelan.Ia berhenti di dekat batu besar tempat ia dulu sering duduk menciptakan melodi.Air sung
Pagi di Taman Fajar Bara tetap datang tanpa suara.Tidak ada lonceng.Tidak ada perubahan warna langit yang dramatis.Tidak ada tanda bahwa sesuatu yang baru akan dimulai.Dan justru karena itulah, sesuatu yang sangat dalam perlahan mulai terasa.Bukan sebagai kejadian.Namun sebagai denyut.Seperti seluruh Omni-Nuranipura mulai bernapas dengan ritme yang sama.Embun masih berada di ujung daun.Namun kini, embun itu tidak lagi terlihat seperti titik-titik air yang terpisah.Mereka memantulkan cahaya dengan cara yang sama seperti bintang di langit.Dan untuk pertama kalinya, tidak ada perbedaan terasa di antara keduanya.Yang kecil dan yang besar menjadi sama tenangnya.Musisi berjalan melewati kebun langkah kecil.Gitarnya berada di punggungnya.Namun ia tidak merasa sedang membawa sesuatu.Langkahnya ringan.Bukan karena bebannya hilang.Namun karena tidak ada lagi yang disebut beban.Ia berhenti di dekat sungai nada.Air sungai mengalir perlahan.Nada-nada kecil terdengar dari arusn
Pagi di Taman Fajar Bara tidak berubah.Dan kali ini, bahkan perubahan yang halus pun tidak datang.Tidak ada lapisan baru yang terasa muncul.Tidak ada pemahaman baru yang tiba.Tidak ada sesuatu yang membuka diri.Namun justru di situlah, sesuatu yang paling dalam mulai tinggal.Bukan hadir sebagai kejadian.Bukan hadir sebagai kesadaran yang datang.Namun sebagai sesuatu yang… tidak pernah pergi.Untuk pertama kalinya, para jiwa di taman tidak lagi merasakan “sesuatu yang terjadi”.Musisi itu duduk seperti biasa.Gitarnya berada di pangkuannya.Namun kali ini, ia tidak merasa sedang memainkan musik.Ia juga tidak merasa sedang tidak memainkan musik.Tangannya bergerak.Nada terdengar.Namun tidak ada jarak antara dirinya dan apa yang terjadi.Tidak ada “aku yang memainkan”.Tidak ada “musik yang dihasilkan”.Hanya… suara yang ada.Dan ia… tidak terpisah darinya.Ilustrator duduk di bawah pohon.Pensil berada di tangannya.Ia membuat satu garis.Namun tidak ada rasa “aku sedang meng
Malam di Balai Bara yang Ditemukan Kembali terus bernapas dengan kehangatan yang tidak pernah memaksa.Ia tidak meminta siapa pun segera kembali menjadi versi terbaik dirin
Malam di Balai Bara yang Ditemukan Kembali tumbuh dengan cara yang berbeda dari tempat-tempat lain di Omni-Nuranipura.Di Kota Hujan
"Suara ini... tidak ada dalam aturan musik mana pun yang pernah kubaca," bisik Sang Kurator, tangannya yang memegang penghapus mulai gemetar dan perlahan berubah menjadi kuas."Itulah sebabnya ia indah, Kurator," kata Nara lembut. "Karena ia tidak mengikuti aturan siapa pun kecuali atu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.