Pagi di Taman Fajar Bara tidak berubaDan justru di situlah sesuatu yang paling dalam mulai terlihat.Bukan karena ada yang bertambah,bukan karena ada yang berkembang,namun karena tidak ada lagi yang perlu diubah.Segalanya tetap.Dan di dalam ketetapan itu,lahir satu lapisan baru yang sebelumnya tidak pernah benar-benar disadari—kehadiran.Ketika “Ada” Menjadi Sesuatu yang TerasaAwalnya, tidak ada yang menyadari perubahan itu.Musisi masih berjalan.Ilustrator masih duduk di bawah pohon.Penulis masih sesekali membuka laptopnya.Semua tampak sama.Namun ada satu hal yang berbeda—cara mereka berada.Musisi itu kini tidak hanya memainkan gitar.Ia hadir di setiap nada.Bukan sebagai seseorang yang menghasilkan musik,melainkan sebagai seseorang yang benar-benar mendengar.Setiap petikan terasa utuh,karena tidak ada bagian dirinya yang tertinggal di masa lalu,atau berlari ke masa depan.Ia sepenuhnya… di sana.Ilustrator menggambar satu garis.Namun kali ini,ia merasakan tekana
Read more