Pagi di Taman Fajar Bara tidak berhenti di rasa cukup.Ia tidak memuncak,tidak juga berakhir.Ia justru… membuka sesuatu yang lebih sunyi lagi.Sesuatu yang bahkan tidak meminta untuk dimengerti.Beberapa waktu setelah rasa cukup itu menyelimuti taman,para jiwa mulai merasakan sesuatu yang berbeda.Bukan perubahan.Bukan pertumbuhan.Namun… hilangnya kebutuhan untuk menjelaskan.Musisi itu masih duduk di bangku kayu.Gitarnya tetap di pangkuan.Namun kali ini,ia tidak lagi memikirkan kenapa ia bermain,atau apa arti dari musiknya.Ia hanya memetik.Nada demi nada mengalir.Tanpa makna yang dipaksakan.Tanpa tujuan yang dikejar.Dan anehnya—justru di situlah musiknya terasa paling utuh.Ilustrator menggambar.Namun ia tidak lagi bertanya apakah gambar itu “bagus”.Tidak juga berpikir apakah orang lain akan menyukainya.Tangannya bergerak,garis demi garis terbentuk,dan ia berhenti hanya ketika ia merasa cukup.Bukan karena selesai.Namun karena tidak ada lagi yang ingin ditambahka
Read more