Mama Lia sedang menelpon Lia, tetapi panggilannya tidak kunjung diangkat. Hatinya mulai gelisah. Biasanya, meskipun sibuk kuliah atau kegiatan organisasi, Lia selalu membalas pesan singkat atau sekadar mengirim emotikon sebagai tanda bahwa ia baik-baik saja. Namun kali ini, sudah hampir dua jam tanpa kabar.“Mama coba lagi, ya…” gumamnya pelan, sambil menekan tombol panggil. Nada sambung terdengar berulang-ulang, tapi tetap tak ada jawaban.Khawatirnya semakin menjadi-jadi. Ia pun menelpon Dina, sahabat Lia di kampus.“Halo, Dina… maaf mengganggu. Mama Lia, ini. Kamu tahu di mana Lia? Dari tadi Mama coba hubungi, tapi tidak bisa.”Di seberang sana, suara Dina terdengar panik. “Aduh, Tante… tadi Lia sempat bilang kepalanya pusing sejak pagi. Dia tetap masuk kelas, tapi kelihatannya nggak kuat. Mungkin sekarang dia lagi istirahat di kamar. Saya coba cek ke asrama, ya, Tante.”Jantung Mama Lia serasa berhenti sejenak. Bayangan Lia terbaring lemah di kamar langsung membuat air matanya men
Last Updated : 2025-09-21 Read more