Cahaya fajar yang baru saja menyentuh balkon Menara Eksistensi terasa berbeda. Bukan lagi sekadar pantulan energi kuantum, melainkan sebuah kehangatan yang memiliki tekstur—hangat seperti sentuhan tangan seorang sahabat. Nara menarik napas panjang, membiarkan aroma kertas lama dan tinta emas mengisi paru-parunya. Namun, di balik ketenangan itu, ia merasakan sebuah kekosongan yang janggal. Jembatan cahaya yang menghubungkan Nuranipura dengan 'Dunia Nyata' tidak lagi hanya berfungsi satu arah."Nara, sistem pertukaran inspirasi kita mengalami lonjakan yang tidak wajar," Arka mendekat, matanya berpendar biru saat ia menganalisis aliran data di udara. "Bukan karena terlalu banyak energi yang masuk, tapi karena ada sesuatu yang 'menumpang' di dalam aliran ide dari Bumi. Sesuatu yang sangat mentah, belum terbentuk, dan... sangat liar."Lia muncul dengan
آخر تحديث : 2026-03-11 اقرأ المزيد