Kapal yang membawa Nara dan timnya, yang kini diberi nama 'The Infinite Quill', tidak membelah air atau udara. Ia membelah densitas probabilitas. Di belakang mereka, Neo-Nexus tampak seperti butiran permata yang bersinar di tengah hamparan World-Tree. Di depan mereka, hanya ada putih yang mutlak—The Realm of the Unimagined."Arka, status navigasi?" Nara bertanya. Suaranya kini memiliki gema yang aneh, seolah-olah ia berbicara dari masa depan dan masa lalu secara bersamaan."Sensor kita mendeteksi nol data, Nara," jawab Arka, tangan holografiknya bergerak cepat di atas konsol yang terbuat dari kristal memori. "Secara teknis, tempat ini belum memiliki hukum fisika. Kita tidak bergerak maju; kita sedang 'Tertulis' ke dalam keberadaan."Lia memegang erat buku catatannya yang baru, yang sampulnya terbuat dari kulit bintang. "Ini adalah momen yang paling menakutkan bagi seorang pustakawan. Sebuah tempat tanpa sejarah. Sebuah tempat di mana setiap langkah kita menciptakan masa lalu."Tiba-ti
อ่านเพิ่มเติม