Jalanan sore di ibu kota mulai macet, deretan mobil mengular panjang di bawah cahaya jingga yang memudar. Di dalam mobil hitam milik Christian, suasana awalnya terasa hening tapi nyaman. Radio memutar lagu lawas yang lembut, sementara Jesslyn menatap keluar jendela, memperhatikan gedung-gedung tinggi yang berwarna berkerlapan diterpa cahaya lampu yang menyala.“Capek, ya?” tanya Christian, melirik sekilas ke arahnya sambil mengemudi pelan.Jesslyn mendengus kecil. “Capek lihat orang kantor ngomongin aku seharian. Serius, aku tuh cuma pengen kerja, bukan jadi bahan gosip tiap kali ngelangkah ke pantry.”Christian tersenyum tipis. “Biarin aja. Mereka cuma iri.”“Iri? Iri sama hidup aku yang berantakan?” sahut Jess, nada suaranya getir.Christian melirik, lalu menurunkan volume radio. Pria itu sedikit tersenyum, “Enggak seberantakan itu, Jess. Kamu punya aku sekarang.”“Dan itu justru sumber masalahnya,” balas Jesslyn cepat, menatap lurus ke depan.Suasana kembali hening sampai Christian
Huling Na-update : 2025-12-14 Magbasa pa