Begitu kata-kata Bradford dilontarkan, semua orang yang hadir langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Gazlan.Sebelumnya Gazlan begitu menekan. Jika sekarang mundur, itu bukan sekadar malu biasa. Dengan sifat Zikry, seharusnya dia menjadi penengah pada saat seperti ini.Namun, karena Gazlan berulang kali mempersulit Bradford, hal itu juga membuat Zikry merasa sangat tidak puas. Adapun soal menang atau kalah dalam taruhan ini, tentu saja Zikry memilih percaya kepada Bradford.Setelah mengalami pertemuan judi batu sebelumnya, Zikry sudah memahami watak Bradford. Bahkan hal yang tampak paling tidak masuk akal pun, begitu Bradford turun tangan, akan menjadi kenyataan."Licik sekali kamu. Kalau penyakit Saskia ternyata belum sembuh, gimana?" Didesak oleh situasi, Gazlan menatap Bradford dengan tajam sambil bertanya."Walaupun itu nggak mungkin terjadi, taruhan tetaplah taruhan. Kalau aku memang nggak berhasil menyembuhkan putri Pak Zikry, syaratnya terserah kamu," ujar Bradford dengan
Ler mais