Saat Scarlett melihat reaksi Edric, lalu mendapati tatapannya menatap dirinya dengan ekspresi yang agak aneh, dia langsung merasa sedikit tidak nyaman. Dia menyentuh pipinya sendiri sambil bertanya dengan kurang percaya diri, "Kenapa?"Edric menyahut, "Nggak apa-apa. Belum sempat diberi nama, kamu saja yang kasih nama."Scarlett sama sekali tidak merasa curiga.Sambil berpikir, dia sedikit menekuk kelima jarinya dan menggaruk pelan kepala anak kucing itu.Menatap bulu hitam anak kucing itu serta sepasang mata besarnya yang bening, dia teringat pada seekor kucing dalam film animasi yang dia tonton saat kecil.Memikirkan itu, matanya langsung berbinar, lalu dia berkata, "Namanya Sheriff saja."Anak kucing kecil itu seolah-olah menyetujuinya. Dia menyipitkan mata dan mengeluarkan suara "pur, pur".Sudut bibir Edric sedikit terangkat. "Nama yang bagus.""Tapi dia sekecil ini. Kalau benar-benar disuruh tangkap tikus, sepertinya dia nggak akan sanggup."Scarlett menyahut, "Pasti bisa."Dia t
Magbasa pa