Ekspresi Mohit langsung berubah dan mengernyitkan alisnya. "Kamu si berengsek itu ya?"Selesai memaki dengan marah, Mohit mengangkat makanan yang baru saja diantarkan dan hendak pergi.Melihat situasi itu, Devan segera menambahkan, "Maksudku, aku teman mantan suaminya ...."Mohit membentak, "Temannya juga pasti bukan orang baik. Pantas saja Bu Florence begitu membencimu."Devan yang tak berdaya buru-buru berkata, "Aku memang punya sedikit hubungan dengannya, tapi jarang bertemu. Kita semua berada di lingkaran sosial yang sama, wajar saja kalau kita punya hubungan, 'kan?"Mendengar itu, amarah Mohit akhirnya sedikit mereda dan meletakkan kembali makanan itu ke tempat semula.Devan merasa sangat tak berdaya. Saat dahulu di Kota Nordigo, semua orang berebut ingin bertemu dengannya dan berusaha untuk bisa berhubungan dengannya. Dia sama sekali tidak menyangka suatu hari nanti dia akan dibenci sampai seperti ini.Setelah berpikir sejenak, Devan kembali berkata, "Tapi, karakter mantan suamin
Ler mais