“Kamu temani Fairish di sini. Saya akan menjemput anak-anak, sekalian Binar juga,” ucap Radja pelan, menatap Djiwa yang sejak tadi tak berhenti mondar-mandir di depan ruang persalinan. Djiwa langsung menoleh, keningnya berkerut. “Gak usah, Mas. Biar Pak Aslan aja yang jemput mereka. Kamu di sini saja, sama aku.” “Tidak apa-apa,” balas Radja tenang. “Saya masih bisa melakukan itu. Sudah lama saya tidak menjalani rutinitas seperti ini.” Tangannya bergerak menekan tombol di kursi rodanya, berniat melaju pergi. “Mas.” Djiwa sigap menahan kursi itu sebelum bergerak lebih jauh. Tatapannya tegas, tapi penuh khawatir. “Jangan keras kepala. Kamu bisa lakuin semua itu nanti, setelah benar-benar pulih.” Hening sejenak. Radja menatap istrinya cukup lama, seolah menimbang antara keinginan dan kenyataan. Lalu perlahan, ia mengangguk. “Baiklah,” ucapnya singkat. “Kali ini saya turuti.” Djiwa tersenyum kecil, napasnya sedikit lega. Ia mendorong kursi roda itu mendekat ke deretan kursi tunggu
Read more