Api dendam terpancar jelas dari mata Simon."Singkirkan saja pikiranmu itu. Dia istriku, jangan harap bisa menyentuhnya sedikit pun.""Oh?"Soni semakin memprovokasi. "Selain menjadi pasangan yang menikah diam-diam selama beberapa bulan, apa lagi yang kalian punya?""Bahkan pernikahan pun baru mau diadakan sebulan lagi, 'kan?"Tatapan mata Simon semakin menyeramkan.Dia mengangkat tangan dan meninju wajahnya.Wajah Soni terhempas ke samping.Pukulan itu begitu kuat hingga tubuhnya yang tinggi besar terpaksa mundur dua langkah."Paling nggak, dia akan segera memberiku status resmi.""Sedangkan kamu, cuma orang rendahan yang memanfaatkan utang budi orang lain kepadamu. Dia nggak akan pernah melirikmu."Simon menatapnya dengan jijik, berbalik, mengangkat kaki, lalu membuka pintu dan kembali ke dalam rumah.Soni menegakkan tubuhnya.Sambil menatap punggungnya, dia menjilat sudut bibirnya yang berdarah.Sepertinya, Simon belum tahu Nayla hamil.Dia mengalihkan pandangan sinisnya, menyeka da
閱讀更多