Fabian masuk dengan mengenakan setelan jas.Melihat Kakek Dio, dia menyapa dengan sopan dan ramah."Pak Dio, ternyata sedang di sini. Lama nggak bertemu, bagaimana kabarmu?"Kakek Dio sejak dulu sangat menghargainya, mengangguk dengan tatapan lembut."Kabarku baik, terima kasih atas perhatianmu. Sini, silakan duduk."Atas ajakan Kakek Dio, Fabian tidak menolak dan duduk di sampingnya.Kakek Dio masih tersenyum ramah. "Selama bertahun-tahun ini, perusahaan berjalan lancar berkat kepemimpinanmu. Sekarang, cucuku yang memimpin perusahaan. Dengan bantuanmu di sini, aku pun bisa tenang.""Aku barusan bilang pada cucuku, nggak perlu mengurus semuanya sendiri, bisa diserahkan saja padamu.""Dengan bantuanmu, dia bisa beristirahat dengan tenang."Sekilas, tatapan keraguan terlintas di mata Fabian.Apakah Nayla sudah memberitahu Kakek Dio tentang pengunduran dirinya?Fabian mencoba menguji dengan hati-hati. "Pak Dio, Nona Nayla sangat cerdas. Dia sendiri sudah cukup untuk menangani perusahaan.
Read more