Air mata menggenang di mata Winda, dan rasa paniknya sangat kentara. "Aku nggak tahu ... Amanda, aku nggak kenal siapa dia."Dalam ketakutan, dia mencengkeram tangan Amanda, kuku-kukunya hampir menancap ke lengan Amanda.Amanda mengerutkan kening.Awalnya, dia mengira Winda bisa menyebutkan siapa orangnya. Ternyata, dia meremehkan betapa hati-hatinya orang tersebut."Nggak apa-apa, Nayla sudah menyelidiki, jangan takut lagi ....""Nggak, Amanda, bukan begitu ...."Air mata Winda mengalir deras, suaranya penuh isak tangis, tampak putus asa dan ketakutan."Dia bilang, kalau aku nggak berhasil membujukmu datang, dia akan mengubur hidup-hidup nenekku.""Amanda, aku takut, aku takut ...."Wajahnya berlinang air mata, memancarkan rasa putus asa yang mendalam, menjadi pisau yang menusuk jantung Amanda.Dia menggenggam tangan Winda erat-erat, membungkuk untuk memeluknya sambil terus menenangkannya."Jangan bikin takut dirimu sendiri, kita pasti akan segera mengungkapnya dan menemukan nenekmu."
Read more