Keesokan paginya, Nayla harus menghadiri rapat dengan kru.Saat bangun dari tempat tidur, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.Melihat Simon sudah berpakaian rapi dalam setelannya, dia cemberut manja, "Kamu tadi malam terlalu gila."Simon mendekat, memeluk pinggangnya. Tatapannya lembut dan penuh kasih."Ini membuktikan kalau istriku terlalu menggoda sampai aku nggak kuat menolaknya. Jadi ini bukan salahku."Simon menunduk, menurunkan wajahnya, dan napas hangatnya menyentuh pipi Nayla. "Lagi pula, wajar saja kalau suami mendambakan tubuh istrinya."Jantung Nayla berdebar kencang.Pria ini terlalu pandai menggoda.Jika terus begini, dia mungkin benar-benar percaya Simon jatuh cinta padanya.Meskipun, kalau dipikir-pikir, akan sangat luar biasa jika Simon benar-benar jatuh cinta padanya.Nayla mengepalkan tinjunya dan memukul dadanya dengan bercanda, sambil berkata, "Ya, kamu hampir membuatku percaya."Simon berkata dengan serius, "Tentu saja, kamu bisa percaya kata-kataku. Aku sudah la
Read more