Namun, Arlo sama sekali tidak menjawab. Dia melangkah maju, lalu langsung memelesat sejauh ratusan meter dalam sekali lompatan.Fanny sampai terpaku melihatnya!Namun, ketika kembali melihat tiga pembunuh kejam di hadapannya, dia langsung menjadi tegang dan mengeluarkan pistol. Barulah saat itu dia menyadari bahwa entah sejak kapan ketiga orang tersebut sudah dilumpuhkan oleh Arlo.Wajah mereka pucat pasi. Napas mereka sangat lemah, seolah tinggal menunggu ajal.Setelah merasa sedikit lega, rasa penasaran Fanny terhadap Arlo justru semakin besar. Dia pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Winola, sebenarnya temanmu itu siapa?"Saat itu, Winola sedang diam-diam mengamati Sheila. Dia menjawab dengan asal, "Dia tokoh besar di Hareast.""Tokoh besar di Hareast bisa bikin Pembunuh Bayangan ketakutan begitu?"Fanny menatapnya dengan curiga. Sebagai salah satu elite di kepolisian, dia merasa pemahamannya tentang dunia jauh lebih luas dibandingkan orang biasa.Beberapa tokoh besar dunia
Ler mais