Wajah Aciel juga penuh hinaan."Indra, jangan marah! Memangnya kamu nyambung bicara dengan dia? Dia juga nggak paham soal bela diri!"Arlo menyapu pandangan ke beberapa orang yang masih tersisa di atas arena, lalu terkekeh-kekeh. "Paham tinju atau nggak, aku nggak berani bilang. Tapi yang berani aku pastikan, orang tua itu peringkat ketiga dari bawah di seluruh arena ini. Menang dua pertandingan saja, di pertandingan berikutnya pasti kalah!""Omong kosong!" Indra marah. "Kamu mengutuk kakekku? Kalau berani, tetap di sini! Tunggu kakekku turun dari arena, dia bakal mematahkan kakimu!"Arlo mendadak menoleh. Kilatan buas menyambar di kedua matanya. "Coba kamu ngoceh satu kata lagi, sekarang juga kupatahkan kakimu."Indra membuka mulut, tetapi akhirnya tak berani berteriak lagi. Namun, di dalam hatinya penuh amarah. Begitu kakeknya turun dari arena, dia pasti akan memberi Arlo pelajaran yang kejam!....Di atas arena, Altara menatap Omran dan rombongannya dengan dingin, lalu berkata deng
Magbasa pa