로그인Setelah menyelesaikan sembilan putaran penempaan tubuh, Zaem menyerap energi logam sesuai teknik kultivasinya.Otot-otot di sekujur tubuhnya menjadi sekeras baja, bahkan memancarkan kilau logam. Meski sudah mencapai puncak semi-grandmaster, dia masih belum berhasil menembus belenggu menuju ranah grandmaster.Karena itu, sebagian kekuatannya masih meluap ke luar.Saat dia mengentakkan kaki dengan keras ke lantai, tenaga yang meluap itu langsung membuat lantai bergetar hebat.Debu beterbangan ke mana-mana, sementara lantai di bawah kakinya amblas beberapa sentimeter."Ahli bela diri spesialis tubuh fisik yang sudah mencapai kesempurnaan?" Seseorang berseru kaget.Jahara dan Azwar juga sedikit tercengang. Saat bertemu Zaem semalam, auranya belum sekuat ini. Hanya dalam semalam, kekuatannya meningkat lagi?Hanya dari luapan tenaga itu saja, hampir bisa dipastikan bahwa di bawah ranah grandmaster, nyaris tidak ada yang sanggup menandinginya.Selain Kepala Keluarga Gaharu atau salah satu gra
Arlo terkekeh pelan. Tanpa sedikit pun rasa takut, dia menatap langsung ke mata Gading. "Kamu mau membunuhku?"Tiba-tiba, Azwar melangkah maju dan berkata, "Tuan Yohan, bagaimanapun juga semua persoalan ini bermula di wilayah Keluarga Gaharu. Aku merasa kita cukup cocok, jadi izinkan aku memberi sebuah usul.""Tujuanmu datang ke sini adalah untuk mewakili Arlo. Jadi, kalau semua kesalahan ini dibebankan pada Arlo, bukankah itu juga nggak masalah?""Asalkan kamu menelepon Arlo dan memintanya datang ke sini, semua urusan akan kami selesaikan dengannya. Keluarga Gaharu dan Keluarga Candra bisa menjamin keselamatanmu bersama-sama."Arlo langsung merasa geli. "Aku kurang paham maksudmu. Kesalahan yang kulakukan sendiri malah dibebankan pada Arlo? Jangan-jangan kalian ingin aku memancingnya ke sini biar bisa dijebak?"Azwar tetap berbicara dengan nada membujuk, "Kamu sudah melakukan kesalahan sebesar ini. Bagaimanapun juga, harus ada yang menanggung akibatnya.""Setelah Arlo datang, asalkan
Azwar tahu usulan Jahara adalah demi keamanan mereka sendiri. Dia pun langsung mengangguk setuju.....Di bawah arahan Arlo, Zaem menelan sebutir Pil Pembersih Sumsum. Menjelang fajar, dia akhirnya berhasil menyelesaikan putaran kesembilan.Sorot matanya berbinar. Dia menyeringai lebar. "Rasanya sekarang aku sudah nggak ada bedanya dengan seorang grandmaster. Sebenarnya teknik apa ini? Kok bisa sehebat ini?"Arlo menjawab, "Teknik Tubuh Suci. Sekarang kamu baru mencapai kesempurnaan semi-grandmaster. Masih ada selisih tipis sebelum benar-benar menjadi grandmaster.""Teknik Tubuh Suci menempuh jalur kekuatan fisik murni. Selama lawan masih di bawah grandmaster tingkat tiga, kekuatan tempurmu sekarang kurang lebih sudah setara dengan mereka.""Untuk tingkatan teknik selanjutnya, nanti setelah kita pulang akan kutuliskan untukmu.""Teknik Tubuh Suci memiliki sembilan tingkatan. Yang sedang kamu latih sekarang baru tingkatan pertama.""Setelah tubuh ditempa sembilan kali, tubuh fisik mampu
Di luar bangunan kecil yang dijadikan rumah untuk menerima tamu, dua orang ahli bela diri yang mengenakan seragam pelayan diam-diam menyusup ke lantai bawah untuk menguping keadaan di lantai atas.Bangunan khusus bagi para ahli bela diri seperti ini memang tidak dipasang kamera pengawas.Sebagian besar ahli bela diri sangat menjaga privasi, ditambah lagi temperamen mereka cenderung mudah tersinggung. Keberadaan kamera pengawas justru akan memicu konflik.Karena itu, kedua orang tadi terpaksa menyusup untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah.Di bawah cakupan kesadaran ilahi Arlo, dia langsung melancarkan serangan kesadaran ilahi kepada kedua orang itu. Dua ahli tenaga dalam itu langsung pingsan di tempat."Kelihatannya kita nggak akan bisa tidur malam ini. Mulai saja putaran kesembilan," gumam Arlo.Kemudian, kesadaran ilahinya langsung menyebar menuju vila Azwar yang berada tak jauh dari sana.Zaem segera duduk bersila. Menurut penjelasan Arlo, setelah menyelesaikan putaran ke
"Kenapa kamu nggak berlutut?"Makhluk ular berkepala manusia itu tiba-tiba menoleh ke arah Arlo, satu-satunya orang yang berdiri sendiri di tengah kerumunan.Detik berikutnya, ekor ularnya menyapu ke arah Arlo. Seketika, badai pasir mengamuk, bumi berguncang, dan langit seolah runtuh.Kalau orang lain yang mengalaminya, kalau tidak mati ketakutan, pasti sudah terpaku di tempat.Namun, wajah Arlo tetap datar. Dia pernah berkultivasi di dalam dunia ilusi yang diciptakan oleh Dewa Tabib.Mana mungkin dia tidak mengenali bahwa tempat dirinya berada sekarang hanyalah ruang ilusi yang diciptakan dengan kekuatan seorang dewa atau makhluk abadi?Meski begitu, ruang ilusi seperti ini tetap sangat berbahaya. Saat seluruh indra ilahi benar-benar terperangkap di dalamnya, kesadaran ilahi di tubuh asli akan menjadi cacat dan korbannya akan menjadi seperti orang idiot.Arlo langsung mengerahkan serangan kesadaran spiritualnya hingga mencapai kekuatan tertinggi. Gelombang demi gelombang kesadaran spi
Azwar menunjukkan ekspresi yang dibuat-buat. "Maksudmu, orang-orang ini mencoba merampokmu, jadi wajar saja dibunuh? Kalau begitu, ini benar-benar kesalahan Keluarga Gaharu dalam menjamu tamu.""Pengawal, cepat antar Tuan Yohan ke ruang VIP. Aku sendiri yang akan menemaninya minum sebagai permintaan maaf."Erkan tampak tercengang. Dia paling mengenal kakaknya. Sejak kapan Azwar pernah meminta maaf kepada orang lain?Neisya diam-diam memberi isyarat dengan pandangan kepada Arlo. Anggur yang ditawarkan Azwar bukanlah sesuatu yang boleh diminum sembarangan!Arlo hanya menyipitkan matanya sambil tersenyum tipis. "Tenang saja."Mendengar jawaban itu, Neisya diam-diam menggeleng. Memang pengawal Arlo sangat kuat. Namun, itu hanya berlaku selama belum ada grandmaster yang turun tangan.Baik Keluarga Gaharu maupun Keluarga Candra sama-sama memiliki grandmaster. Sekarang, ada begitu banyak ahli bela diri terbunuh di resor ini. Mungkinkah Keluarga Gaharu rela kehilangan martabat begitu saja?Ter
Alis Arlo semakin berkerut. Dia sudah bersiap turun tangan dan menghajar beberapa bajingan itu sampai mati.Namun, Daniel yang berdiri di sampingnya justru menabrak Arlo dengan wajah penuh penghinaan. "Dasar pecundang tak berguna. Baru preman kelas teri saja sudah bikin kamu ketakutan sampai nggak b
"Bibi, jangan panik. Biar aku yang menanyakannya!" Daniel akhirnya mengambil keputusan dan menelepon adiknya, Hendy.Di telepon, Hendy menjawab dengan penuh percaya diri, "Tenang saja, Kak. Urusan rekomendasi masuk Pasukan Metal Bangsa di pihakku sudah hampir beres. Atasan menganggapku sebagai kader
"Kamu lihat Daniel, sopan, berwibawa, masih muda dan kaya. Keluarga Soraya saja menilai dia sebagai mitra kerja yang sangat cocok.""Dia mengundangmu ke jamuan, kamu nggak mau datang. Dia lalu mencari cara supaya kami semua bisa masuk. Barusan dia juga dengan inisiatif sendiri menawarkan membantu ke
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray







