Usai menyelesaikan transaksi, Santoso menoleh dan mendapati Arlo sedang berada di tengah dua wanita cantik. Dia menyeringai, mundur beberapa langkah, lalu berkata, "Hehe, kamu ngobrol dulu sama para wanita cantik. Aku mau pergi urus urusan lain!"Selesai berkata begitu, dia pergi dengan langkah cepat.Arlo pun terjepit di tengah dua perempuan.Sheila merangkul Arlo dengan genit, lalu tersenyum pada Fellis. "Kami lagi ngobrol topik dewasa. Nggak cocok buat anak kecil dengar.""Aku bukan anak kecil!" Fellis memang selalu konservatif soal hubungan pria dan wanita. Ketika berhadapan dengan Sheila si rubah betina, dia selalu kalah."Bukan anak kecil? Arlo, coba bilang, aku sama dia, siapa yang lebih besar?" Sheila mengangkat bahunya, sengaja menonjolkan dua puncak itu.Sudut bibir Arlo berkedut. Astaga, pertanyaan macam apa ini? Namun, matanya sempat melirik jurang yang dalam itu dan terhenti beberapa detik.Wajah Fellis memerah. Ukurannya memang tidak kecil, tetapi jelas tidak semenarik Sh
Ler mais