Begitu mendengar Arlo bicara soal hidup berdua, pikiran Isyana langsung kosong. Jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas.Beberapa saat setelah telepon ditutup barulah dia tersadar. Kartu ATM yang diberikan Arlo padanya cukup untuk membeli rumah? Maksudnya, di kartu itu ada 140 miliar? Bagaimana mungkin?"Ayah, Arlo bilang rumahnya harus tetap dibeli," kata Isyana pada Victor."Hah?""Iya. Bulan lalu dia kasih aku sebuah kartu ATM. Katanya uang di dalamnya cukup, tinggal gesek saja," ujar Isyana sambil mengeluarkan kartu dari tasnya.Victor menatap kartu itu, lalu menoleh ke Marcela. Dia benar-benar sulit percaya Arlo bisa dengan santai menyerahkan ratusan miliar pada Isyana.Marcela langsung mengeluarkan mesin EDC. "Baik, saya proses sekarang."Di depan semua orang, transaksi itu langsung berhasil."Sebenarnya ada berapa banyak uang di dalam kartu itu?" Napas Renata sampai terdengar berat.Sambil bicara, dia melirik Isyana. Gadis ini benar-benar bisa menyimpan rahasia. Pegang uang
Ler mais