Malam itu mereka berkumpul kembali setelah makan malam. Udara terasa hangat, bukan hanya karena hidangan yang baru saja habis, tetapi juga karena percakapan mereka. Di bengkel siang tadi, Abra telah menyampaikan maksud hatinya keinginan untuk merenovasi rumah mertuanya. Kini, sang ayah menyampaikan kembali niat itu di hadapan istri dan anaknya.“Ngapainlah,” sahut sang ibu cepat, menolak. “Begini saja sudah nyaman.”“Iya, tadi juga ayah sempat nolak,” lanjut suaminya, lalu menoleh ke Serayu. “Tapi Abra bilang mau nambah kamar. Katanya, kalau nanti ada cucu main ke sini, ada kamar sendiri, ada taman. Mau dibuat juga kebun sayur sama buah.”Ibu Serayu terdiam sesaat. Matanya berkaca-kaca, tersentuh oleh niat yang tak pernah ia sangka, tapi datang dengan tulus. “Terima kasih ya, Abra,” katanya lirih namun penuh rasa.“Fasad rumahnya tidak akan diubah, hanya dibuat lebih kokoh saja. Tidak akan mengubah sentuhan ibu dan ayah,” jelas Abra.Abra mengangguk meyakinkan. Sang ayah pun ikut mengu
Last Updated : 2025-12-29 Read more