Pagi itu di ruang ICU rumah sakit, penuh dengan suara mesin pemantau detak jantung, bunyi deru pompa infus, dan sesekali suara langkah perawat yang lalu-lalang. Serena berdiri di samping ranjang kecil, di mana putranya, Rion bocah empat tahun yang dulu lincah dan ceria kini terbaring diam. Seluruh tubuh Rion tertutup selimut rumah sakit, tetapi bagian kepala, dada, dan lengannya tampak dipenuhi alat, selang infus, tabung oksigen kecil, monitor detak jantung, dan elektroda kecil di dahi yang terus mengirim sinyal ke layar di samping ranjang. Napas anak kecil itu tertatih oleh bantuan mesin. Ia belum bisa bicara, atau sekedar menggerakkan tangannya, bahkan untuk membuka mata secara konsisten juga masih tertatih. Meskipun demikian, ketika mata Serena menatap mata Rion yang setengah terbuka yang tampak kosong, bocah itu tiba-tiba menarik sudut bibirnya sedikit, ia tahu wanita di depannya adalah sang ibu.Serena saat bahagia dan tidak hentinya mengucap syukur. Rasa lega dan haru bercamp
Terakhir Diperbarui : 2025-12-06 Baca selengkapnya