Serena dan ayahnya duduk bersama di ruang kerja. Richard merasa was-was dengan apa yang akan dikatakan putrinya. Ruangan itu terasa sunyi, hanya terdengar suara napas mereka berdua.Serena menampakkan wajah tanpa beban, memulai pembicaraan dengan nada lembut. Ia mulanya berbasa-basi menceritakan sebuah keluarga yang bahagia, impian seorang anak yang ingin disayangi setulus hati, dan kehangatan yang selalu ia rindukan."Ayah ingat dulu, waktu aku masih kecil?" tanya Serena dengan senyum tipis. "Aku selalu membayangkan punya keluarga yang sempurna. Ibu yang cantik dan penyayang, ayah yang kuat dan selalu melindungiku, dan rumah yang penuh dengan cinta dan tawa."Serena melanjutkan, “Aku mendapatkannya, tapi hanya sebentar.”Richard menatap Serena dengan tatapan sendu. Ia tahu apa yang ingin dikatakan putrinya, bahwa ia telah gagal memberikan keluarga yang sempurna untuk Serena."Aku selalu iri dengan teman-temanku yang punya keluarga lengkap," lanjut Serena, dengan nada lirih. "Mereka b
Terakhir Diperbarui : 2025-11-29 Baca selengkapnya