Di taman mansion sore itu, di bangku putih dekat kolam kecil, Serena dan Steave duduk berdampingan.Serena menyandarkan kepalanya di bahu Steave, sementara tangan pria itu menggenggam jemarinya dengan erat. Di depan mereka, dua bocah laki-laki berlarian tanpa beban.“Rion! Jangan lari terlalu jauh!” teriak Serena refleks.Rion yang sudah berusia sepuluh tahun menoleh sekilas. Wajahnya mulai memperlihatkan garis tegas seperti ayahnya, tapi senyumnya, jelas milik Serena.“Iya, Bu!” jawabnya, lalu menarik tangan adiknya. “Leo, sini!”Leo yang baru empat tahun tertawa lepas, suaranya cempreng menggemaskan. Rambutnya sedikit berantakan, sepatu kecilnya penuh rumput, tapi ia terlihat paling bahagia.Steave tersenyum kecil melihat mereka. “Rion mulai mirip aku.”Serena mendengkus. “Sayangnya, iya.”“Sayangnya?” Steave pura-pura tersinggung.“Iya. Dia mulai menyebalkan sepertimu,apa lagi sikap dinginnya mulai terlihat.” Serena menoleh menatap suaminya penuh arti.Steave terkekeh. “Itu prinsi
Last Updated : 2026-02-27 Read more