Viony dan Dylan pergi ke Linchen setelah mereka berdua pulang dari kediaman orang tua Dylan. Viony ingin melihat kondisi Papanya. Ia juga tidak sabar ingin memeluk Mama dan Papanya. Begitu tiba di rumah sakit, mereka berdua turun bersama. Dylan merangkul pundak Viony dan sesekali meliriknya. "Kau keberatan menikah denganku, 'kan?" tanya Dylan tiba-tiba. "Tidak," jawab gadis itu cemberut. "Tolong jangan bahas ini sekarang, Kak Dylan." Pria tersenyum dan mengecup pucuk kepalanya. "Baiklah, Sayang." Seperti embusan udara yang hangat menyelimuti Viony saat panggilan Sayang terucap dari bibir Dylan pada gadis itu. Namun tetap saja, Viony tampak cemberut meskipun satu lengannya melingkar memeluk tubuh Dylan. Mereka masuk ke dalam koridor rumah sakit. Di depan sana, Viony melihat Kalix duduk di bangku tunggu di depan. "Paman Kalix!" pekik Viony melambaikan tangannya. Dengan langkah tertatih-tatih, Viony melepaskan pelukannya pada Dylan dan berjalan ke arah pria itu. "Nona, kenapa
Terakhir Diperbarui : 2026-02-17 Baca selengkapnya