"Sayang, perkenalkan ini Kak Scarlet," ujar Dylan sebelum menoleh pada Scarlet. "Dan ... Scarlet, perkenalkan ini Viony, calon istriku." Dengan wajah teduh dan senyuman manis, Scarlet mengulurkan tangannya pada Viony. Ekspresi ramah yang ditunjukkan oleh gadis itu membuat Viony juga ikut tersenyum. "Viony," ucap gadis itu. "Senang bertemu denganmu, Viony," balas Scarlet. "Ternyata, kau sangat cantik dan menggemaskan, ya..." Scarlet terkekeh gemas menatapnya dengan hangat. Viony tersipu dan menundukkan kepalanya. Di sampingnya, Dylan masih merangkulnya dengan posesif. "Ayo, duduk di sini, Sayang," bujuk Dylan menata kursi untuk Viony. "Makan siang dulu...." "Kak Scarlet juga bergabung makan siang dengan kita, 'kan?" tanya Viony mendongak menatap sang calon suami. "Tentu." Dylan mengecup pipi Viony singkat. Scarlet memperhatikan dengan lekat berapa perhatiannya Dylan pada Viony. Mengambilkan nasi dan lauk untuk gadis itu, bahkan Dylan juga menyiapkan obat untuk Viony juga. Waja
Read more