LOGIN"Kau harus bertanggung jawab karena sudah menggoda dan membuatku candu, Marieana!" Demi membalaskan rasa sakit hati dan dendam yang membara pada Maxim Valdemar, Marieana Florence diam-diam menyusup ke keluarga Valdemar dengan menikahi keponakan pria itu. Marieana menggunakan segala cara untuk melancarkan aksinya, termasuk menggoda Maxim yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Namun, saat Marieana berhasil memerangkap Maxim ke dalam gejolak gairah yang memabukkan, pria itu justru berbalik menjeratnya! Maxim menjadi begitu posesif dan tak ingin Marieana disentuh oleh siapapun. Ia mengklaim bahwa Marieana adalah miliknya. Marieana bimbang. Dirinya terlanjur larut dalam gairah dan dendam yang saling berkelindan!
View MoreHati telah berganti pagi, Viony berada di dalam kamar rawat inapnya seorang diri. Gadis itu diam meringkuk menatap jendela kamar inapnya. Wajahnya terasa hangat oleh cahaya matahari yang bersinar menerpa wajahnya saat ini. Dalam diam, ada getaran rasa was-was yang bohong untuk Viony akui bahwa ia saat ini memang sedang takut. Di depan semua orang, Viony berkata ia hanya demam biasa. Tetapi begitu ia memiliki penyakit yang tidak bisa diremehkan, Viony tidak bisa berkata-kata. Ia tidak bisa melakukan apapun selain berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan orang tuanya. "Sayang, kenapa melamun? Menunggu Mama lama, ya?" Suara Margaret terdengar bersamaan pintu kamar rawat inap Viony yang terbuka. Gadis itu menoleh dan langsung tersenyum manis. "Tidak apa-apa, Ma. Viony hanya kesepian saja." Margaret mendekatinya dan membuka sebuah kotak makan yang baru saja Margaret ambil dari rumah. Viony merindukan masakan Bibi Letiti, hingga ia menginginkan masakan rumah. "Ayo sarapan dulu,
Sejak Viony sakit, Dylan menghabiskan banyak waktunya untuk menemani Viony. Sehari setelah Viony dibawa ke rumah sakit, kondisinya kembali menurun. Hal itu membuat Maxim dan Margaret sangat kebingungan. Namun mereka berusaha untuk tetap tenang, karena Viony juga tampak sangat takut. Ia berusaha menjelaskan kalau dia hanya terkena demam dan sakit-sakit biasa, tampak jelas baginya sulit menerima apa yang terjadi pada tubuhnya itu. Gadis itu kini duduk di sebuah kursi roda, di depan ruangan laboratorium pemeriksaan setelah pengambilan sampel darah. Ditemani oleh Dylan, sementara Mama dan Papanya berada di dalam ruangan itu."Kak Dylan...." Viony menatap Dylan yang berdiri di belakangnya sambil mengusap-usap kepala Viony. "Iya, Sayang?" Dylan menundukkan kepalanya, tubuhnya terbungkuk mensejajarkan wajahnya di samping wajah cantik gadis itu. "Aku tadi bertanya pada dokter, kapan aku boleh pulang? Lalu dokter bilang, bila hari ini aku tidak demam sama sekali, aku sudah boleh pulang," u
Dari semalam penuh Dylan menemani Viony di rumah sakit. Demam tinggi Viony semalam sudah turun setelah dokter memberikan suntikan khusus. Saat pagi tiba, Dylan meminta Margaret dan Maxim untuk pulang. Dylan yang akan menemani Viony. "Apa tidak apa-apa kalau Paman pulang, Dylan?" Maxim menatap Dylan yang berdiri di samping ranjang Viony. "Tidak apa-apa, Paman. Tante Margaret juga harus istirahat dulu, baru siang nanti saya yang akan pergi ke kantor," ujarnya. Margaret tampak pucat dan sedih. Oleh karena itu, Dylan menyarankan agar dia ikut pulang bersama Maxim. "Baiklah kalau begitu kami pulang dulu, titip Viony ya, Nak. Kalau terjadi apa-apa, segera hubungi Tante," pinta Margaret pada pemuda itu. Dylan mengangguk cepat. "Iya, Tante." Kedua orang itu pun bergegas pergi, meninggalkan Dylan yang kini menemani Viony. Dylan duduk di samping Viony, ia menatapi wajah Viony yang masih damai dengan alam mimpinya. Ingatan Dylan seperti berputar pada waktu-waktu kemarin, di mana Viony s
Margaret dan Maxim datang cepat ke rumah sakit setelah Dylan menghubungi mereka kalau Viony dirawat di rumah sakit. Sejak awal, mereka berdua memang sudah berencana meminta Dylan untuk membujuk Viony, pasalnya Viony sangat sulit dibujuk ke rumah sakit meskipun kondisinya sudah cukup parah. Kini, Margaret yang baru saja sampai, ia langsung menghampiri putrinya. "Bagaimana, Sayang? Demamnya sudah turun?" tanya Margaret mengusap kening Viony.Ekspresi wanita itu terlihat sedih, menyadari tidak ada tanda-tanda dengan Viony menurun. Viony siang tadi masih tidak terlalu lemas, tapi malam ini ia sudah lemas seperti kehabisan tenaga. Anak gadisnya itu diam memejamkan matanya dan tidak berbicara sama sekali. "Demamnya belum turun, Tante. Barusan dokter kembali ke sini untuk mengambil sampel darah untuk diperiksa lagi," jelas Dylan. Maxim menatap sedih pada putrinya. "Papa sudah berkali-kali memintamu ke dokter, Nak. Tapi kenapa kau bandel sekali," gumamnya penuh kekhawatiran. "Papa taku
"Mulai besok, perusahaan akan beroperasi. Dan tambang akan dibuka dua hari setelahnya, semua alat-alat berat dari perusahaan rekan Anda sudah dikerahkan." Maxim menganggukkan kepalanya setelah Tuan Arnold—orang kepercayaannya memberitahu ia tentang segala kesiapan pembukaan tambang. Satu-satunya
Margaret tercengang hebat dengan kemunculan David yang kini berdiri di hadapannya.Margaret tidak bisa bergerak, setelah David menyelonong ikut masuk ke dalam rumahnya dan lebih gesit dari Margaret yang kini ketakutan, juga ia tengah menggendong Viony. "Ka-kau mau apa?! Apa yang kau lakukan di rum
Sementara Maxim menghajar David, di sisi lain Margaret tetap berlari keluar dari dalam mobil. Ia menuju ke arah Logan yang kini menggendong Viony yang menangis. Sedangkan Camila sudah dibekuk oleh Andrew, meskipun wanita itu meronta-ronta dan berteriak seakan-akan dirinya tidak melakukan tindakan
Beberapa hari kemudian...Semua urusan Maxim berjalan sempurna. Diam-diam di belakang Margaret, Maxim berhasil mendapatkan surat perizinan pembukaan tanah pertambangan di Barchen. Para investor dari Berchen saat ini begitu bahagia. Butuh beberapa hari ke depan untuk kembali membuka tanah pertamban












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore