LOGIN"Kau harus bertanggung jawab karena sudah menggoda dan membuatku candu, Marieana!" Demi membalaskan rasa sakit hati dan dendam yang membara pada Maxim Valdemar, Marieana Florence diam-diam menyusup ke keluarga Valdemar dengan menikahi keponakan pria itu. Marieana menggunakan segala cara untuk melancarkan aksinya, termasuk menggoda Maxim yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Namun, saat Marieana berhasil memerangkap Maxim ke dalam gejolak gairah yang memabukkan, pria itu justru berbalik menjeratnya! Maxim menjadi begitu posesif dan tak ingin Marieana disentuh oleh siapapun. Ia mengklaim bahwa Marieana adalah miliknya. Marieana bimbang. Dirinya terlanjur larut dalam gairah dan dendam yang saling berkelindan!
View MoreBeberapa minggu berlalu. Setelah hubungan Dylan dan Viony semakin dekat, Maxim dan Margaret meminta agar acara pertunangan mereka dipercepat. Dan hari ini, acara pesta pertunangan itu digelar. Viony tampak sangat cantik dengan balutan dress berwarna biru muda. Gadis itu terlihat seperti bintang yang bercahaya di antara para tamu yang datang. Di sampingnya ada Dylan yang sesekali menatapnya. "Selamat ya, kalian ... aku tidak menyangka kau akan menjadi kakak iparku, Viony! Ternyata selama ini aku menjaga jodoh Kakakku," cibir Levino sambil cemberut di hadapan Viony dan Dylan. "Jangan macam-macam dengan calon istri Kakak, Lev!" sahut Dylan. "Iya, iya, Bos! Santai...." Levino menaik turunkan kedua alisnya. Hingga kembaran Dylan pun semuanya datang, mereka masing-masing membawa pasangan mereka sendiri-sendiri, dan hanya Alvino yang sendirian di sana. "Pasanganmu mana, Alvino?" tanya Maxim pada Alvino yang tengah berdiri menikmati segalas minuman. "Dia jomblo sampai karatan, Paman!"
Hari ini kondisi Viony sudah jauh lebih baik, dan sudah diizinkan pulang. Dylan lah yang menjemput Viony dan mengantarkannya pulang ke kediaman keluarga Valdemar. Kepulangan Viony membuat Maxim dan Margaret menjadi begitu lega. Terlebih lagi, kondisi Viony sudah benar-benar baik. Di sana juga ada Chloe dan Caesar yang menjenguk Viony. "Jangan lupa, jaga kesehatannya, Sayang ... makan yang teratur, istirahat juga." Chloe mengusap punggung tangan Viony dan menatapnya penuh kasih sayang. "Iya, Mommy," jawab Viony sambil tersenyum. Margaret mendekati putrinya dan duduk di sampingnya. "Aku sangat berterima kasih pada Dylan, Kak Chloe. Dia sudah menemani Viony selama Viony dirawat di rumah sakit." "Tidak apa-apa, Margaret. Namanya juga menjaga calon istri. Tidak ada yang aneh kok," jawab Chloe, ia melirik putranya yang duduk di antara Maxim dan Caesar. Para orang dewasa itu saling tersenyum. Mereka sangat senang dengan kedekatan Viony dan Dylan, malah mereka tidak sabar ingin segera
Scarlet terperanjat kaget, Dylan memintanya berdiri saat itu juga. Gadis itu meremas jemari tangannya erat. Dylan tak diam saja kali ini. Ia mendekati Scarlet yang mendongak menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Ayo berdiri, aku tahu kau sudah bisa berjalan selama beberapa bulan ini ... dan kau membohongiku," ujar Dylan. Perlahan, Scarlet bangkit dari kursi roda dan berdiri di hadapan Dylan. Gadis itu menundukkan kepalanya memalingkan wajahnya juga air matanya. Dylan menggelengkan kepalanya tak percaya. Benar kata Alvino bahwa Scarlet selama ini berbohong padanya. Dylan tertawa sumbang dan menatap Scarlet setengah kesal. "Wow! Menakjubkan, Scarlet!" serunya. "Aku tidak tahu sejak kapan aku kau bohongi," ujarnya."Dylan, aku bisa jelaskan...." "Sejak kapan?" Dylan menekan ucapannya. "Katakan! Apa susahnya kau mengatakan sejak kapan bahwa selama ini kau sudah sembuh?!" Gadis itu menangis. Ia terdiam cukup lama, tetapi Dylan yang lebih sabar menunggu Scarlet menjawab dan menjelask
Sore ini Dylan kembali ke apartemennya usai dari kantor. Pria itu memutuskan untuk pulang sebentar sebelum ke apartemen sebelum kembali ke rumah sakit menjenguk Viony. Saat Dylan tiba di apartemennya, ia terkejut mendapati seorang gadis cantik duduk di kursi roda di depan pintu apartemennya. "Scarlet...." Mendengar namanya disebut, Scarlet menoleh ke arah lorong. Ia tersenyum saat melihat Dylan di sana. "Dylan, maaf ya, aku ke sini tidak bilang-bilang dulu padamu," ujarnya sambil tersenyum cerah. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Dylan menatapnya. Scarlet menunjukkan paper bag berisi makanan yang ia bawakan untuk Dylan. "Aku ingin kita makan bersama, seperti dulu lagi. Kau mau, kan?" Gadis itu menatapnya penuh harap. Dylan terdiam, ia berpikir bagaimana caranya menolak Scarlet tanpa menyakiti perasaannya. Dylan tetap harus tegas pada gadis ini. Karena ia tidak mau bila Viony menjadi korban bila Dylan keras kepala menanggapi Scarlet. "Aku tidak bisa," jawab Dylan. "Hah?
Hari sudah malam, suasana desa Yards yang sejuk terasa sangat menenangkan. Suara lonceng angin gemerincing di depan jendela kamar Margaret. Di ruang tamu, Bibi Erika menggendong Viony. Bayi mungil itu tertawa-tawa kecil saat Bibi Erika menimang-nimangnya dengan gemas. Margaret bersama Maxim dan L
Setelah perjalanan yang memakan waktu sangat lama, akhirnya Margaret dan Maxim tiba di Yards. Perjalanan dengan kereta hanyalah hiburan semata untuk Maxim, begitu sampai di stasiun Yards, Margaret terkejut saat Logan menjemput mereka di sana.Kini, mereka telah sampai di kediaman milik mendiang Ne
"Tuan Maxim, Anda mendapatkan undangan pesta anniversary perusahaan milik Tuan Wilton malam ini." Logan meletakkan selembar undangan berwarna biru tua itu di atas meja kerja di dalam ruangan kerja Maxim. "Hemm, Tuan Wilton? Itu 'kan teman Papa," ujar Margaret, ia tersenyum meraih undangan tersebu
Hari telah berganti, Margaret kembali sibuk dengan pekerjaannya lagi pagi ini. Bersama Cecilia, ia ditemani oleh Nyonya Maderly pergi ke gedung sekolah seni pagi ini. Kedatangannya disambut dengan hormat oleh para guru-guru di sana dan beberapa anak-anak. "Senang rasanya, setelah bertahun-tahun l






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore