Begitu pagi hari esok tiba, Margaret mengajak Erika untuk sarapan bersamanya dan juga bersama Maxim. Sebentar lagi, Margaret akan mengajaknya ke toko bunga yang akan ditempati oleh Erika. Tak hanya sekedar toko, tempat itu juga berlantai dua. Di mana Erika bisa menggunakannya sebagai rumah untuknya, terletak di kota yang ramai, dan layak. "Bibi jangan khawatir, aku usahakan setiap hari aku ke toko ya, Bi," ujar Margaret pada wanita di hadapannya itu. "Iya, Nona. Bibi berterima kasih karena sudah memberikan Bibi tempat yang masih dekat dengan Nona." Erika tersenyum senang. "Iya, Bi. Sama-sama." "Untuk bunga-bunganya, hanya sebagian saja yang datang hari ini," sahut Maxim. "Mungkin mulai minggu depan, pengiriman bunga dari Yards dan dari Lilster akan banyak yang datang." "Baik, Tuan." Bibi Erika menundukkan kepalanya. Dari arah dapur, Pelayan Sisi menatap ke arah mereka sejak tadi. Margaret memperhatikan pelayan muda yang akhir-akhir ini selalu tampak sedih. Lebih tepatnya, sem
Last Updated : 2026-01-29 Read more