"Ya ampun, Viony cantik sekali kau, Nak...." Ucapan penuh sanjungan itu terucap dari bibir Caesar pada Viony. Gadis yang kini duduk di bersama Mamanya dan hanya membalas dengan senyuman tipis. "Viony sangat mirip denganmu, Margaret. Cantik sekali," puji Chloe pada gadis itu. "Heem. Dia mirip Mamanya saat masih muda, Kak," sahut Maxim. "Hanya saja ... warna mata Viony sama seperti milikku," jelas Maxim sambil tersenyum. "Levino setiap hari bercerita tentang Viony saat masih kuliah. Aku selalu mewanti-wanti untuk tidak bertingkah usil pada Viony," sahut Caesar tiba-tiba. Maxim dan Margaret terkekeh mendengarnya. Terutama Maxim yang sudah hafal dengan anak bungsu Keluarga Leopold. "Ngomong-ngomong, Levino apa masih melanjutkan S2 atau bekerja?" tanya Maxim pada pemuda itu. "Saya bekerja di perusahaan Daddy, Om," jawab Levino. "Menjadi asisten Kakak." "Kakak?" Maxim menerka. "Menjadi asisten saya, Om," sahut pemuda berkacamata itu, yang tak lain adalah Dylan. "Ohh ... Dylan?" "
Huling Na-update : 2026-02-08 Magbasa pa