Suara kecupan dan gigitan liar memenuhi ruangan, menyatu dengan irama gesekan tubuh dan hentakan pinggul yang ganas, menggema di dinding seolah hanya ada mereka berdua dalam semesta penuh nafsu.Setiap detik, tubuh Selene dan Dirian bertubrukan tanpa jeda, kulit basah, dada Selene yang bengkak menjadi sasaran gigi Dirian, meninggalkan bekas merah yang panas dan perih. Dirian menunduk, mulutnya menggigit puncak dada Selene keras-keras."Jangan menggigit," desis Selene, suaranya setengah memohon, setengah menantang di tengah erangan yang pecah lepas.Dirian mengangkat wajahnya, pipinya basah oleh liur dan keringat Selene."Enak," jawabnya polos, matanya menatap liar. "Manis," tambahnya, lidahnya berputar di sekitar puncak dada Selene yang kini membengkak dan mengeras, membuat rona pipi Selene memerah hingga ke leher.Tubuh mereka tak berhenti bergerak. Pinggang Dirian mendorong masuk lebih dalam, membuat seluruh tubuh Selene terpaku di bawahnya. Suar
Read more