Dirian tiba di kastil sebelum makan malam, kedua tangannya penuh dengan kantong-kantong besar berisi bola daging kesukaan Selene. Semua orang otomatis menatap, pelayan yang lewat berhenti, para pengawal menegakkan punggung, bahkan Odet sampai mendesis kecil.“Sepertinya ada pesta bola daging hari ini,” bisik Bella pada Selene, melirik Dirian yang seperti baru pulang dari perburuan besar.Selene tersenyum tipis, matanya berkeliling melihat semua orang sedang menghindari kontak mata. Ilard bahkan tetap berada jauh di sudut ruangan, sama sekali tak berani mendekat.“Kalian semua, berkumpullah,” ucap Selene.“Ny-nyonya, kami masih bekerja…” sahut beberapa pelayan, halus tapi jelas menolak.Jay, yang baru mau masuk ke aula, langsung mundur perlahan begitu mendengar nada suara Selene. Selene sempat mengernyit, kenapa semua orang tiba-tiba seperti melihat hantu?Bella memandang ke arah mereka. “Apa… terjadi sesuatu?”Selene menoleh ke Dirian.“Panggil mereka semua.”Dirian mengangkat alis. “
Last Updated : 2025-11-27 Read more