Qiang Mingze terdiam beberapa saat setelah membacanya. Wajahnya yang tadinya berusaha tenang berubah semakin keras, lalu memucat.Tak lama, dengan gerakan kasar, ia meremas surat itu di dalam genggamannya.Kemudian menatap sosok pria tegap yang duduk di dekat Hakim Agung."Jendral An," panggilnya.An Beiye segera berdiri tegap."Ya, Yang Mulia.""Siapkan pasukanmu. Semua pasukanmu. Kerajaan Bailong sudah mengetahui kematian putri Meiying. Mereka menuduh kita melakukan pembunuhan licik. Peperangan tidak bisa dihindari lagi," ucapnya dengan tegas.An Beiye tidak bertanya, tidak ragu. Ia langsung membungkuk lebih dalam."Baik, Yang Mulia."Lalu, ia berbalik dan bergegas keluar ruangan untuk menjalankan tugas.Para pejabat yang lain terkejut, tak bisa berkata-kata."Semua bubar. Rapat selesai sampai di sini," ucap Qiang Mingze dengan tegas.Kemudian bangkit dari kursi kebesarannya. Namun, sebelum pergi, ia menoleh pada Putranya."Ikut denganku, Jun," bisiknya.Dan akhirnya berbalik, melan
Huling Na-update : 2025-12-07 Magbasa pa