“Demo itu apa?” celetuk Ming Hyun dengan wajah polos.Ming Hao membalas dengan senyuman tipis yang dipaksakan, mencoba menenangkan.“Nanti Ayah beritahu. Sekarang kita temui Ibumu,” ajaknya, lalu menarik tangan bocah itu dengan lembut.Pandangannya menoleh ke arah gadis kecil di depannya.“Suli, ayo ikut Paman.”Qiang Suli menggeleng, tangannya justru memegang erat jari-jari An Beiye.“Aku ingin bermain dengan Paman Beiye,” tolaknya.An Beiye tersenyum lembut, mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut.“Ikut dengan Paman Hao dulu, ya. Sekarang Paman Beiye harus bekerja,” ujarnya dengan suara halus namun tegas.Qiang Suli menunduk, ekspresi murung langsung muncul di wajahnya.“Padahal sudah lama paman tak datang ke sini, tapi sekarang pergi lagi,” keluhnya menggerutu.An Beiye menghela napas panjang, sedikit merasa bersalah.“Maaf, ya. Nanti kita bertemu lagi,” janjinya.Kemudian dia berdiri tegak. Wajahnya kembali berubah menjadi serius.Melangkah pergi bersama prajurit yang menun
Last Updated : 2025-12-13 Read more