Suara ketukan sepatu hak tinggi menggema di ruangan. Memecah ketegangan yang tercipta. Esther berhenti tepat di dekat meja mediasi lalu melepas kacamata hitamnya. “Maaf, saya terlambat,” ujar wanita itu dengan rasa sesal. Erland yang melihat kedatangan Esther, berdiri dari duduknya, hendak memberikan pelukan, namun Esther segera menghentikannya. “Tetap di tempatmu, Erland!” ucap Esther yang membuat kaki Erland urung melangkah. Tatapannya sangat tajam membuat suasana ruangan menjadi kembali menegang. Esther duduk tepat di dekat Daru, penasehat hukumnya. Wanita itu berbisik kepada pria di dekatnya, menanyakan tentang berjalannya mediasi yang sempat dinyatakan gagal. Namun, karena Esther telah memenuhi panggilan, maka proses mediasi kembali dilakukan. Mediator kembali menanyakan latar belakang konflik, alasan utama perceraian, serta mencari jalan keluar terbaik terkait hak asuh anak dan pembagian harta bersama. Fokus utamanya adalah upaya damai, mengidentifikasi isu, dan menyusun k
Last Updated : 2026-01-31 Read more