Buk Inem melihat rambut Nisa yang masih basah dan tergerai. Sudut bibirnya pun tertarik untuk membentuk sebuah senyuman. "Kenapa Ibuk senyum-senyum?" Tanya Fajar saat menuju ke dapur."Oh, enggak kok, gak papa," jawab Buk Inem masih dengan senyuman yang mengulum di bibir. Fajar mengernyitkan kening, melirik ke arah sang istri yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi."Ibu ke depan dulu, ya!" Pamit Buk Inem masih dengan senyum yang terkulum di bibir."Iya, Buk." Fajar mengangguk pelan, membalas senyuman buk Inem dengan bingung.Namun, beberapa detik selanjutnya, Fajar paham kenapa buk Inem tersenyum penuh arti kepadanya saat melihat Nisa. Ya, rambut Nisa yang basah terurai, sudah menandakan jika telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua. Di tambah lagi, tanda cinta yang Fajar ciptakan mengintip malu dari sela-sela rambut yang hitam terurai. Fajar pun ikut tersenyum saat menyadari hal itu semua."Kenapa, Mas?" Tanya Nisa yang memang tidak menyadari apa yang telah terjadi beberap
Dernière mise à jour : 2026-04-29 Read More