Harris tidak bergerak, alisnya yang sedikit terangkat.“Tidak dengar, ya?” bentak Julian Wiranata. “Lepaskan tanganmu, atau kau mati!”Sera tanpa sadar menggenggam lengan Harris lebih erat. Ia merasakan perubahan halus pada udara di sekelilingnya, dingin dan berat.Harris memposisikan Sera di belakangnya. “Berlutut dan minta maaf. Lalu pergi.”Nada suaranya datar, tanpa emosi.Julian terdiam sesaat, lalu tertawa keras. “Kau pikir kau siapa?”Ia melangkah maju, mengeluarkan belati dari sakunya, dan tanpa ragu menusukkannya ke arah dada Harris. Gerakannya cepat dan terlatih, ia memang sering membawa pisau untuk memberi pelajaran pada orang-orang yang menyinggungnya. Ia tidak takut membunuh. Statusnya sebagai tuan muda keluarga Wiranata membuatnya merasa kebal hukum.Namun detik berikutnya, Harris bergerak. Tangannya menyambar pergelangan tangan Julian, memutar dengan kecepatan yang tak tertangkap mata.KRAAAK!Terdengar bunyi retak yang mengerikan.Pergelangan tangan Julian terpelintir
Baca selengkapnya