تسجيل الدخولSaat itu tiba, bahkan Evelyn yang terkenal sebagai wanita nomor satu di dunia kultivasi pun mungkin akan jatuh ke tangannya. Tatapan cabul perlahan muncul di matanya.Ia sudah lama mendengar tentang kecantikan Evelyn yang membuat seluruh dunia kultivasi terguncang. Membayangkan wanita seperti itu berlutut di hadapannya saja sudah cukup membuat darahnya mendidih.Sementara Ardian tenggelam dalam khayalannya sendiri, Rudolf justru semakin cemas. Keringat dingin mulai membasahi dahinya. Ia tahu betapa mengerikannya racun darah milik Ardian. Begitu racun itu masuk ke tubuh seseorang, hampir tidak ada cara untuk menyelamatkannya. Tubuh korban akan membusuk hidup-hidup sampai berubah menjadi genangan darah.Rudolf menggertakkan gigi sambil menatap Harris. Ia ingin membantu, tetapi perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar. Jika ia ikut campur sekarang, hasilnya hanya kematian sia-sia.Namun tepat ketika semua orang mengira Harris mulai terpengaruh racun darah, Harris kembali melangk
Rudolf ikut terpaku di tempat. Pedang panjang di tangannya masih terhunus, tetapi pikirannya sudah kosong total. Ia tidak pernah membayangkan Harris bisa sekuat ini. Bahkan para jenius sekte besar belum tentu mampu melompati perbedaan ranah sebesar itu. Namun Harris melakukannya dengan sangat mudah.Sementara itu, Ardian tergeletak di tanah sambil memuntahkan darah. Rasa sakit luar biasa menyebar ke seluruh tubuhnya, tetapi keterkejutan di hatinya jauh lebih besar daripada rasa sakit itu sendiri.Tatapannya pada Harris berubah penuh ketidakpercayaan. “Bagaimana... mungkin...” Suaranya terdengar serak. “Aku berada di Fase Fondasi...”Ia terus menggelengkan kepala, seolah tidak sanggup menerima kenyataan di depan matanya. Perbedaan antara Fase Resonansi dan Fase Fondasi sangat besar. Dalam dunia kultivasi, melompati satu tingkat kecil saja sudah dianggap luar biasa.Namun Harris baru saja menghancurkannya secara langsung. Bahkan Evelyn yang dikenal sebagai monster nomor satu di dunia ku
Kesenjangan itu seperti langit dan bumi. Namun sebelum Rudolf sempat mengatakan sesuatu lagi, Ardian tiba-tiba tertawa keras.“Hahaha!”Tawanya dipenuhi penghinaan dan ejekan.“Semut Fase Resonansi ingin membunuhku? Apa kau sudah kehilangan akal?” Tatapan Ardian berubah semakin dingin. “Buka matamu baik-baik, aku berada di Fase Fondasi. Aku bahkan bisa menghancurkanmu hanya dengan satu tarikan napas.”Meski begitu, Harris tetap tidak menunjukkan perubahan ekspresi. Tatapannya masih tenang, sampai terasa mengerikan. Seolah pria di depannya benar-benar sudah dianggap mayat.Ardian langsung menyipitkan mata. Tatapan Harris membuatnya merasa dihina tanpa alasan yang jelas, dan itu justru semakin membakar emosinya.“Kalau begitu, mati saja!”BANG!Tanah di bawah kaki Ardian langsung retak saat tubuhnya melesat ke depan dengan kecepatan tinggi. Darah samar mulai mengalir di telapak tangannya sebelum energi spiritual merah gelap meledak keluar.Telapak Perampas Energi langsung menghantam ke
Sementara itu, Harris yang berdiri di dekat Richard sama sekali tidak dianggap keberadaannya. Di mata Ardian, kultivator Fase Resonansi hanyalah semut kecil yang bisa dibunuh kapan saja. Ia bahkan tidak tertarik melirik Harris lebih dari sekali.Richard sendiri sudah benar-benar kehilangan keberanian. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya terus bergetar, dan sorot mata arogan yang sebelumnya dimiliki sudah menghilang tanpa sisa.Mendengar perintah Ardian, ia langsung mengangguk panik tanpa berani membantah. Tangannya yang gemetar segera masuk ke dalam saku pakaian, lalu mengeluarkan sebuah buku tua berwarna kusam sebelum menyerahkannya dengan penuh ketakutan.“Ini... ini Segel Tanpa Wujud. Tolong ampuni aku. Aku akan memberikan semuanya.”Mata Ardian langsung menyipit saat melihat buku itu. Napasnya sedikit berubah, sementara keserakahan yang selama ini disembunyikan mulai terlihat jelas di wajahnya. Itu memang Segel Tanpa Wujud, teknik yang selama ini ia cari.Tanpa membuang waktu, Ardian la
Hari itu, Harris menerobos tujuh lapis pengepungan sendirian. Tubuhnya terus dipenuhi luka, tetapi langkahnya tidak pernah berhenti. Pedangnya bergerak tanpa ampun, membelah tubuh demi tubuh di sepanjang jalur yang dilaluinya.Mayat bertumpuk di mana-mana. Darah mengalir menuruni lereng pegunungan hingga tanah berubah merah gelap. Bau amis memenuhi udara, sementara jeritan dan suara benturan senjata bercampur menjadi satu kekacauan yang mengerikan.Tidak ada seorang pun yang masih berani memandang rendah Harris. Di mata mereka, pria itu sudah bukan manusia lagi. Ia seperti monster yang terus berjalan di tengah lautan darah sambil membawa kematian ke mana pun langkahnya bergerak.Semakin lama pertempuran berlangsung, semakin banyak orang mulai kehilangan keberanian. Tangan mereka gemetar saat memegang senjata, napas menjadi kacau, dan rasa takut perlahan menghancurkan mental mereka.Tidak ada yang ingin maju lebih dulu, tidak ada yang ingin menjadi mayat berikutnya.Hingga pada akhirny
Sejak saat itu, Ardian hidup dalam ketakutan. Tetapi seiring waktu, kekuatannya meningkat drastis setelah menguasai Segel Tanpa Wujud. Kepercayaan dirinya tumbuh, dan pada akhirnya ia memilih mengambil langkah pertama. Ia memutuskan membunuh Evelyn.Ardian kemudian mengumpulkan banyak ahli dunia kultivasi dengan alasan membasmi dua iblis besar yang mengacaukan dunia kultivasi. Para kultivator datang, kultivator sesat juga datang. Semua orang ingin membunuh Harris dan Evelyn.Hari itu, lebih dari seratus ahli berkumpul dalam satu pengepungan, termasuk puluhan master kelas atas. Pertempuran berlangsung sangat brutal. Langit dipenuhi darah, reruntuhan, dan aura pembunuh. Namun pada akhirnya, jumlah mereka terlalu banyak.Di tengah pengepungan itu, Ardian menemukan celah dan melepaskan serangan mematikan ke arah Harris. Dan Evelyn memilih melindunginya. Tubuhnya bergerak tanpa ragu sedikit pun, langsung berdiri di depan Harris tepat saat serangan itu datang.Serangan Ardian menembus dada
Kayla langsung berdiri. “Jaga bicaramu!”Namun Arkan hanya tertawa sinis. “Menarik sekali. Perguruan Bela Diri Amethys sekarang sampai harus menjual harga diri demi pria seperti ini?”Mata Harris menyipit, udara di sekitar meja berubah.Wajah Nadira memucat. Urat di jemarinya menegang. “Aku tidak—”
Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya
Namun Kayla tetap berdiri di tempatnya. “Aku tidak akan membiarkanmu maju.”Sikap keras kepala Kayla membuat kepala Harris Gunawan terasa berdenyut. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud buruk. Bahkan, mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Justru karena itulah Harris berada dalam dilema, ia tak mun
Harris mengangkat tangannya, menghentikan langkah Liora sebelum wanita itu benar-benar berbalik. “Liora.” Suaranya datar, namun mengandung perintah yang sulit diabaikan. “Jangan sentuh Sera.”Liora menatap tangannya sendiri yang terhenti sebelum menaikkan wajah, ia menatap Harris dengan tatapan pen







