Riyan keluar dari toilet setelah menyelesaikan urusannya. Namun tidak jauh dari sana, ia melihat Luna sedang mengantri di pedagang cilok. Karena penasaran, ia pun menghampirinya. "Loh, Luna. Ngapain?" tanyanya berdiri di samping Luna. "Beli cemilan. Bosen aku," jawab Luna santai. "Ohh... Eh, aku kira kamu gantiin aku tadi? Yah, pada udahan dong mainnya, jadi gak enak nih. Aku duluan ya?" Riyan berbalik hendak kembali. Namun saat ia melangkah, Luna tiba-tiba meraih tangannya. Riyan kaget, spontan menoleh. "Mas, pesen satu lagi ya. Porsinya disamain aja kayak yang awal," ucap Luna ke penjual sambil tetap memegang tangan Riyan. "Kenapa, Luna?" tanya Riyan, bingung. "Kita di sini liburan, Yan. Menghibur diri, bukan menghibur orang lain. Santai aja," ucapnya pelan, matanya menatap tangan penjual. "Ta-tapi, yang lainnya gimana?" "Santai…" potongnya cepat. "Mereka bisa main tanpa kita, lagian... aku lagi pengen temen— Makasih mas." Luna menerima dua bungkus cilok. "Nih!" Ia
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya