Clara tersedak, lalu menjelaskan dengan nada tidak berdaya, "Bu, hubunganku sama Kak Nando nggak seperti yang kamu pikirkan.""Aku tahu. Maksudku, aku ingin kamu mempertimbangkannya." Ibunya menggenggam tangannya dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Perasaan bisa dipupuk."Clara terdiam.Dia saja masih belum bercerai…Nando kembali tak lama setelah menerima panggilan telepon. Raut wajahnya tampak muram, tetapi pria itu tidak terlalu menunjukkannya. "Maaf, Dik Clara, Tante, aku tiba-tiba ada urusan. Jadi, aku nggak makan lagi ya."Ibunya Clara tampak kecewa. Dia mulanya masih ingin menyatukan mereka berdua…Namun, dia juga tidak terburu-buru. Dia mengangguk sambil tersenyum. "Nggak apa-apa. Kalau ada waktu, datang ke sini lagi."Nando melirik Clara, lalu pergi.…Ada sebidang tanah yang sudah lama kosong di pinggiran Bovia Barat yang ditujukan untuk pembangunan. Bisa dibilang, hampir tidak ada seorang pun yang tinggal di sekitar sana.Saat ini, sebuah derek perlahan bergerak. Seorang pr
Read more