Sindy menghabiskan enam tahun di luar negeri, jadi bahasa asing yang dia kuasai tentu cukup baik. Dia tidak menunjukkan kerendahan hati dalam menghadapi pujian.Dia melirik Clara yang berada di tengah kerumunan. Dagunya sedikit terangkat, seolah memberi tahu Clara, meski dia punya latar belakang biasa, kualitas pendidikan di luar negeri yang dimilikinya jauh lebih unggul dibandingkan dengannya.Selain itu, Profesor Andrew juga berasal dari Negara Minaton, jadi Sindy yakin dirinya akan lebih dihargai oleh Profesor Andrew daripada hadirin yang lain.Jenny tidak mengerti tentang bedah saraf, tetapi mendengar semua orang di sekitarnya memuji Sindy, dia kini bertambah kagum pada Sindy. "Kak Jason, sudah kubilang Kak Sindy hebat, 'kan?"Sambil berbicara, dia melirik Clara dengan pandangan jijik. "Nggak seperti seseorang, yang egois menahan orang lain mendapatkan sesuatu yang nggak dia butuhkan."Clara tidak menggubrisnya.Melihat itu, Sindy tersenyum. "Jenny, jangan bilang begitu. Setiap ora
Read more