Izora tak berkutik. Ia terpaku di kursinya, lidahnya kelu menghadapi kegilaan cinta Rezon yang begitu nekat. Pria di depannya ini, seorang ahli bedah saraf jenius yang biasanya mengandalkan logika, baru saja melontarkan ancaman yang mirip dialog drama picisan. Namun, sorot mata Rezon mengatakan bahwa ia sangat serius."Anda... Anda mengancam saya, Dokter?" suara Izora bergetar, antara marah dan bingung. Tak disangka, ia telah terjerat dalam sebuah hubungan yang rumit."Sebut itu ancaman, janji, atau keputusasaan," balas Rezon dengan nada rendah."Aku sudah melewati banyak hal, Izora. Di masa lalu, aku pernah melakukan banyak kesalahan yang sangat kusesali. Sebagai dokter, aku tahu betapa singkatnya hidup ini,” pungkas Rezon.“Jadi, untuk apa aku berpura-pura tegar, saat wanita yang kucintai berniat menyerahkanku pada orang lain?Izora memalingkan wajah, matanya memanas. "Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ingin Anda hidup tenang, tanpa harus membela saya. Dokter Celine adalah pi
Read more