Moza sudah hampir memerintahkan sopirnya memutar arah menuju mansion Limantara. Namun, tepat saat bibirnya hendak berucap, akal sehatnya menariknya kembali ke kenyataan.Jika ia tiba-tiba muncul di mansion dengan wajah sembab dan melabrak Kageo, seluruh pelayan akan gempar. Terlebih ada Opa Markus di sana. Pria tua itu menyayangi Kayden, dan Moza takut berita penculikan ini akan memicu serangan jantung yang fatal. Belum lagi, ia sama sekali tidak punya bukti fisik. Kalau ia salah tuduh, ia akan dianggap memfitnah dan memicu perpecahan besar di dalam keluarga Limantara.Pada akhirnya, Moza memutuskan tetap kembali ke apartemen. Setiba di sana, Moza bergegas masuk ke kamar dan mengunci pintu. Dengan napas yang masih tersengal, ia meraih ponselnya untuk menghubungi Thalia. "Halo, Bu Thalia," sapa Moza saat panggilan tersambung. Ia berusaha menjaga nada suaranya agar tetap stabil. "Saya ingin bertanya, apakah Kageo ada di mansion saat ini? Ada sesuatu yang ingin saya diskusikan.""Sel
Read more