Berusaha mencari jalan keluar, satu nama mendadak terlintas di pikiran Elbara. Lekas saja ia meraih ponselnya, mencari kontak Thalia. Ia yakin kepala pelayan kepercayaan sang kakek itu mengetahui alamat rumah masa kecil Kageo."Halo, Bibi Thalia! Ini Elbara," ujar Elbara begitu telepon diangkat. "Katakan padaku, di mana alamat rumah masa kecil Kageo? Seingatku, ibunya Kageo punya dua rumah yang berbeda. Satu harus ditempuh dengan pesawat, dan satu lagi cukup dekat dari ibu kota."Suara Thalia terdengar ragu di seberang sana. "Tuan Muda... Tuan Besar berpesan agar tempat itu dilupakan saja.""Bibi, ini situasi genting. Tolong, beritahu aku alamat rumah ibunya Kageo yang terdekat," desak Elbara.Setelah hening yang menegangkan, Thalia akhirnya memberitahukan sebuah alamat, tempat Kageo dibesarkan."Terima kasih, Bibi Thalia." Elbara mematikan ponselnya. Ia menatap layar GPS, memasukkan alamat tersebut. Sebuah titik merah segera muncul. Itulah petunjuk penting yang akan menjadi p
Read more