Sedan hitam milik Adrian membelah jalanan malam Jakarta yang mulai lengang. Lampu-lampu jalan berpendar melewati kaca jendela, memantulkan bayangan samar di dalam kabin mobil yang hening. Aira duduk kaku di kursi penumpang depan, memeluk tasnya erat-erat, tak berani sedikit pun menoleh ke arah pria perkasa di sampingnya. Keheningan di antara mereka terasa begitu tebal dan menekan. Aira menelan ludah dengan susah payah. Sebenarnya Pak Adrian mau ngapain, sih? Ketika mobil akhirnya melaju pelan menyusuri area apartemen elite dan berhenti di depan sebuah ruang kondominium mewah, kepanikan Aira kembali mencengkram. “Pak… kita… kita mau ke mana? Ini apartemen siapa?” Adrian mematikan mesin mobil, berbalik menatap Aira dengan wajah datar yang tak tertebak. “Ke tempat yang aman. Saya tidak ingin pembicaraan kita jadi tontonan orang luar.” Beberapa menit kemudian, Aira sudah berada di dalam ruang tamu rumah yang luas dan hening itu. Ia duduk kaku di ujung sofa kulit, merasa asing dan t
Read more