Setelah keluar dari restoran, Eva merasa sedikit lega, tetapi masih ada perasaan kesal di hatinya. Bahkan saat ini, ia sudah tidak lagi memikirkan kemana William akan membawanya, ia hanya duduk diam dengan wajah yang cemberut. William melirik ke arah Eva sekilas, namun kakinya tetap melangkah.Eva menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Kenapa kamu malah bantu mereka jadi investor?"William tersenyum tipis. "Untuk menjauhkan mereka darimu.""Tapi kenapa harus jadi investor? Kalau mau menjauhkan aku dari mereka, masih ada banyak cara untuk melakukannya, 'kan? Mereka bukan lagi keluargaku.""Aku tahu. Untuk masalah ini, kamu serahkan saja padaku, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Jadi, kamu nggak usah khawatirkan itu, ya?" Ia mengelus kepala Eva dengan lembut.Eva diam sejenak. "Lain kali kita nggak usah ke sini saja, sial banget ketemu orang-orang kayak mereka. Setiap kali aku pergi ke sini, pasti ada saja masalah ... entah itu dihina orang lah, ketemu mantan keluarga lah ... d
Last Updated : 2025-11-28 Read more