William tidak langsung menjawab. Ia menatap Ibu Ruth dengan tajam. "Apa maksud Ibu berkata seperti itu?"Ibu Ruth tertawa kecil sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Tidak ada, saya hanya berandai-andai saja, kok. Kenapa Pak William memasang wajah seram seperti itu? Apakah perkataan saya tepat sasaran?""Wah ... ini kabar yang mengejutkan sekali. Saya baru tahu kalau Pak William ternyata sudah ada yang punya. Siapa sih wanita beruntung yang bisa memiliki cinta Bapak?"Dahi William semakin berkerut. Jujur saja, di hatinya yang terdalam, ia sangat ingin menampar dosen itu keras-keras. Baginya, perilaku Ibu Ruth sudah mulai keluar batas. Namun, ia harus sebisa mungkin untuk bersabar supaya semua rencana yang sudah disiapkan tidak hancur berantakan.Eva melirik ke arah William. Ia menyadari kalau William sedang menahan amarahnya, bahkan ia juga melihat tangan William yang terkepal kuat hingga ujung jarinya memutih. Eva tidak tega melihat William
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-17 Mehr lesen