Kenneth tersenyum tipis. "Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu? Ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"Eva memiringkan kepalanya. "Apakah Pak William yang menyewa jasa Anda, Pak Kenneth?"Kenneth mengerjap. Beberapa detik kemudian, ia tertawa kecil. "Serius? Kamu memanggil orang ini Bapak? Pfft, sudah tua ternyata."William mendecak. "Apa-apaan kamu ini? Nggak sopan sekali kamu, ya. Kita ini masih di area kampus, wajar saja kalau dia memanggilku dengan sebutan Bapak."Eva dan Clara saling bertukar pandang. Mereka tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Entah mengapa gaya berbicara mereka tiba-tiba berubah begitu saja, seolah-olah mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Tapi di satu sisi, Eva cukup menikmati perdebatan mereka.Surya menyela pembicaraan mereka. "Hey, hey ... kalau kalian mau debat, dilakukan nanti saja setelah semua urusan kita selesai. Pak Kenneth, kamu masih memiliki utang jawaban sama Eva, lho.""Oh, benar jug
Read more