“Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini?” Wina menatap Lucas dengan mata membesar, jelas terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Tubuhnya sedikit kaku, sementara pikirannya dipenuhi kebingungan antara percaya dan tidak. Ia bahkan tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Lucas tidak menjawab dengan tergesa. Ia hanya menghela napas pelan, lalu mengeluarkan cincin itu dari kotaknya dengan gerakan hati-hati. “Aku serius, Wina,” katanya tenang, kali ini tanpa nada bercanda sedikit pun. Ia mengangkat tangannya, mengulurkannya ke arah Wina dengan tatapan penuh kesungguhan. “Kalau kamu bersedia … ulurkan tanganmu,” lanjutnya pelan. “Aku akan memakaikan cincin ini untukmu.” Wina langsung membuang muka, tertawa canggung untuk menutupi kegugupannya. Ia menggeleng pelan, seolah mencoba menepis situasi itu. “Lucas, berhenti mempermainkanku,” katanya, suaranya sedikit gemetar. “Ini nggak lucu.” Lucas tertawa kecil, namun kali ini tawanya terdengar berbeda, lebih tenang dan tidak menggoda sep
Read more