“Wah … udaranya bener-bener seger.” Udara malam terasa lebih tenang, seolah dunia di luar gedung pesta itu tidak ikut terseret dalam kekacauan sebelumnya.Lampu-lampu taman memantulkan cahaya lembut di jalan setapak, menemani langkah pelan Lyra yang tampak jauh lebih santai. Ia mengangkat kedua tangannya sedikit, meregangkan tubuhnya sambil menarik napas dalam-dalam.Neilson yang berjalan beberapa langkah di belakangnya memperhatikan dengan tatapan lembut. Ia kemudian mempercepat langkah, merapat ke sisi Lyra, dan tanpa ragu merangkul bahunya dengan hangat.“Aku kira kamu akan langsung pulang dan istirahat,” katanya ringan, “ternyata malah ingin jalan-jalan seperti ini.”Lyra menoleh ke arahnya dengan senyum lembut. Matanya sedikit berbinar, memantulkan cahaya lampu jalan yang temaram.“Aku cuma ingin menghabiskan waktu berdua denganmu,” jawabnya pelan, “meskipun hanya berjalan sebentar seperti ini.”Mendengar itu, senyum Neilson melebar tanpa bisa ditahan. Ia mengeratkan rangkulanny
Read more