Neilson melirik sekilas ke arah para tamu yang mulai tenggelam dalam spekulasi liar. Suara bisik-bisik mereka terdengar seperti riak yang tak terkendali, masing-masing membangun cerita sendiri. Namun, wajah Neilson tetap tenang, nyaris tak terbaca. Ia memilih diam, membiarkan rumor itu tumbuh, setidaknya sampai waktunya tiba. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada Erina yang berdiri di sampingnya. Tatapannya tajam, namun suaranya tetap datar saat akhirnya ia membuka suara. “Jadi ... kamu serius ingin bekerja sama denganku?” Pertanyaan itu membuat Erina tersenyum lebar, ia telah menunggu momen tersebut. Ia sedikit mendekat, menatap Neilson dengan penuh keyakinan. “Tentu saja, Neilson,” jawabnya tanpa ragu. “Apalagi ... aku ingin kembali dekat denganmu.” Beberapa orang langsung menahan napas mendengar jawaban itu, sementara kamera kembali berkilat menangkap ekspresi keduanya. Akan tetapi, Neilson hanya menyeringai tipis, bukan karena terpengaruh, melainkan seperti seseorang yan
더 보기