Neilson menarik napas tipis, memejamkan matanya sekejap, kemudian mengembalikan ekspresinya menjadi datar dan dingin, seakan tak mengenal gadis yang duduk di baris ketiga itu.Dengan postur tegap dan wajah tak terbaca, Neilson melangkah menuju podium. Lyra hanya bisa menatap dengan gugup punggung Neilson yang perlahan bergerak mendekati podium.Di sampingnya, Wina masih bersuara heboh, sama sekali tidak sadar akan sikap yang berubah dari sahabatnya.“Ya ampun, Ly! Kamu lihat itu? Cara Mr. Neil jalan aja keren! Serius, aku sudah jatuh cinta sebelum dia bicara sepatah kata pun!”Lyra tersenyum kaku, rahangnya sedikit tegang. “I-iya … kerennya … kelihatan banget,” jawabnya pelan, meski suaranya terdengar bergetar.Sementara itu, Neilson sudah tiba di podium. Ia meletakkan map kulit hitamnya di atas podium kemudian membukanya dengan gerakan tenang namun tegas. Ruangan yang tadi sempat riuh perlahan mereda, seluruh mahasiswa menahan napas menunggu dan penasaran dengan kalimat pertama yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-02 อ่านเพิ่มเติม