Ayu mengangguk cepat. Matanya berbinar bahagia. Benar dugaanku. Dia sudah memaafkanku. Lihat saja wajahnya, dia terlihat sangat manis dan perhatian pagi ini, batin Ayu girang."Iya, Mas. Udah," jawab Ayu pelan."Sarapan dulu, ya. Mas buatin kopi kesukaanmu," kata Rangga. Ia berjalan mendekati ranjang dan meletakkan nampan sarapan itu di atas nakas dengan hati-hati.Ayu langsung bangkit dari posisinya, menahan selimut agar tetap menutupi dadanya, lalu melingkarkan lengannya ke pinggang Rangga. Ia memeluk suaminya itu dari samping."Terima kasih banyak, Mas. Aku sayang banget sama Mas Rangga," ucap Ayu tulus.Rangga tidak langsung membalas pelukan Ayu. Ia terdiam sejenak, menatap dinding di depannya, lalu perlahan menunduk menatap wajah istrinya. Senyum hangat yang tadi menghiasi wajah Rangga mendadak lenyap tanpa bekas."Mas melihat semuanya semalam, Ay," ucap Rangga dengan suara yang sangat datar dan tenang.Ayu membeku. Pelukannya di pinggang Rangga langsung mengendur. Ia mendongak,
Last Updated : 2026-08-30 Read more