“Tenang, Yu. Di sini tu pusat simpul sarafnya,” potong Daniel dengan nada yang luar biasa datar dan profesional, seolah tidak ada yang aneh dengan sentuhannya. “Tapi… ahh… itu, kan, dekat banget sama—” Ayu menggigit bibirnya, tidak sanggup meneruskan kalimatnya karena pijatan ibu jari Daniel di paha bagian dalamnya sukses mengirimkan hantaman listrik luar biasa ke area sensitifnya. “Halah, enggak usah mikir macam-macam, deh. Kamu mau cepat sembuh atau nggak?” tegur Daniel santai, terus mempertahankan ritme pijatannya. “Uuuuh… iya, Niel. Tapi sakit banget,” ringis Ayu. Namun, dalam hati kecilnya, suara yang berbeda berteriak nyaring: Sakit… tapi enak! Tolong jangan berhenti! Beberapa kali, dalam pergerakannya memijat paha dalam, punggung tangan Daniel secara tidak sengaja—atau mungkin sengaja, Ayu tidak bisa membedakannya lagi—menyentuh permukaan kain celana pendek yang menutupi area kewanitaannya. Setiap kali sentuhan singkat itu terjadi, Ayu merasakan sengatan dahsyat yang membua
Terakhir Diperbarui : 2025-11-11 Baca selengkapnya